tauaja.com

Sejarah

Perjalanan Hidup Ratna Sari Dewi Soekarno: Dari Istri Presiden Hingga Pembentukan Partai Politik di Jepang

Published

on

Perjalanan Hidup Ratna Sari Dewi Soekarno: Dari Istri Presiden Hingga Pembentukan Partai Politik di Jepang

Ratna Sari Dewi Soekarno, atau lebih dikenal dengan nama Dewi Soekarno, baru-baru ini menarik perhatian publik dengan keputusan yang cukup mengejutkan, yaitu untuk melepaskan status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Keputusan ini tentu membuat banyak orang bertanya-tanya, mengingat Dewi Soekarno adalah sosok yang cukup dikenal di Indonesia, terutama karena pernah menjadi istri kelima Presiden Indonesia, Soekarno. Namun, alasan dibalik langkahnya tersebut sangatlah rasional. Dewi Soekarno memutuskan untuk mengubah kewarganegaraannya menjadi Warga Negara Jepang (WNJ), sebuah langkah yang diambil agar ia bisa mendirikan sebuah partai politik di Jepang. Aturan yang berlaku di negara tersebut memang mengharuskan pendiri partai politik untuk menjadi Warga Negara Jepang. Dengan beralih kewarganegaraan, Dewi Soekarno dapat membentuk partai Heiwa 12, yang berfokus pada isu-isu kesejahteraan hewan, terutama bagi anjing dan kucing. Tak hanya itu, Dewi Soekarno juga dikabarkan berniat untuk mencalonkan dirinya sebagai anggota Majelis Tinggi Parlemen Jepang dalam Pemilu yang akan datang.

Namun, perjalanan hidup Dewi Soekarno tidak bisa diceritakan hanya dari satu peristiwa itu saja. Sebelum menjadi seorang tokoh politik yang berkiprah di Jepang, ia adalah seorang wanita asal Jepang yang memiliki kisah hidup yang luar biasa. Ratna Sari Dewi Soekarno, yang nama aslinya adalah Naoko Nemoto, adalah seorang wanita Jepang yang memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia, khususnya karena pernikahannya dengan Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia. Perjalanan hidupnya tidak terlepas dari kisah cinta antara dirinya dan Soekarno yang dimulai pada 16 Juni 1959.

Pada tanggal tersebut, Soekarno mengunjungi Jepang dan menghadiri sebuah acara makan malam di Imperial Hotel, Tokyo. Pada kesempatan itu, Soekarno dihibur oleh seorang wanita muda yang masih berusia 19 tahun, yang bernama Naoko Nemoto. Interaksi pertama itu memberikan kesan yang mendalam bagi Soekarno, yang pada akhirnya jatuh hati kepada Naoko. Meskipun demikian, Soekarno tidak langsung mengungkapkan perasaannya. Baru setelah tiga bulan, tepatnya pada 14 September 1959, Soekarno mengundang Naoko untuk datang ke Jakarta, Indonesia. Pertemuan kedua mereka di Jakarta semakin mempererat hubungan keduanya.

Keduanya semakin dekat, dan akhirnya, pada 3 Maret 1962, mereka memutuskan untuk menikah. Dengan pernikahan ini, Naoko Nemoto resmi menjadi istri kelima dari Soekarno, dan namanya pun berubah menjadi Ratna Sari Dewi. Selain perubahan nama, Ratna Sari Dewi juga menjalani perubahan dalam hal agama, di mana ia mengikuti agama Soekarno, yaitu Islam. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai seorang putri yang diberi nama Kartika Sari Dewi, yang lahir di Tokyo pada 11 Maret 1967.

Namun, meskipun pernikahan ini awalnya penuh kebahagiaan, hubungan mereka tidak bertahan lama. Pada tahun 1970, Soekarno dan Ratna Sari Dewi akhirnya memilih untuk bercerai. Meskipun begitu, Soekarno tetap mengungkapkan rasa cintanya terhadap Ratna Sari Dewi hingga akhir hayatnya. Bahkan, Soekarno pernah mengatakan bahwa Ratna adalah satu-satunya wanita yang ingin berada di samping makamnya setelah ia meninggal dunia. Dalam salah satu kutipan yang terkenal, Soekarno berkata, “Kalau aku mati, kuburlah aku di bawah pohon yang rindang. Aku mempunyai istri yang aku cintai dengan segenap jiwaku. Namanya Ratna Sari Dewi. Kalau ia meninggal, kuburlah ia dalam kuburku. Aku menghendaki ia selalu bersama aku,” yang tercatat dalam buku Bung Karno: Perginya Seorang Kekasih, Suami & Kebanggaanku (1978).

Setelah perceraiannya dengan Soekarno, Ratna Sari Dewi tidak tinggal diam. Ia menjalani kehidupan yang penuh perjalanan, pindah dari satu negara ke negara lain, seperti Prancis, Swiss, Amerika Serikat, hingga akhirnya kembali ke Jepang. Selama menjalani kehidupan di luar negeri, Ratna dikenal dengan gaya hidup yang sangat mewah. Dalam laporan yang ditulis oleh Tempo pada 15 Februari 1992, dijelaskan bahwa Ratna tinggal di apartemen-apartemen mewah dan selalu tampil dengan penampilan yang sangat glamor. Setiap kali menghadiri pesta, penampilannya selalu sempurna dengan pakaian modis dan perhiasan yang gemerlap. Penampilannya yang selalu mengikuti tren terkini membuatnya dikenal sebagai Madam Soekarno.

Tidak hanya penampilannya yang menarik perhatian, tetapi gaya hidup Ratna juga sangat mewah dan penuh dengan pergaulan dengan orang-orang kaya dan berpengaruh. Adnan Khashoggi, seorang pengusaha kaya dan terkenal pada masanya, adalah salah satu kenalan dekat Ratna. Kehidupan mewah yang dijalani oleh Ratna banyak didapatkan dari pekerjaannya di sektor bisnis konstruksi dan peralatan berat selama ia tinggal di luar negeri. Selama menjalani hidup di luar Indonesia, Ratna juga tidak pernah sendirian. Ia selalu membawa serta putrinya, Kartika Sari Dewi, yang kemudian tumbuh besar dan menikah dengan Fritz Frederic, seorang Presiden Citybank Eropa, pada 2006. Pasangan ini pun dikaruniai seorang anak bernama Frederik Kiran Soekarno.

Namun, meskipun kehidupan Ratna penuh dengan kemewahan, pada tahun 2008, ia membuat keputusan besar untuk menetap di Jepang. Sejak saat itu, Ratna Sari Dewi memilih untuk hidup di Jepang dan tidak lagi tinggal di Indonesia. Keputusan ini berujung pada langkah besar yang ia ambil pada 2025, ketika ia memutuskan untuk melepaskan status WNI setelah 63 tahun menjadi warga negara Indonesia. Keputusan ini menandakan sebuah babak baru dalam perjalanan hidupnya, di mana ia kini akan berfokus pada karier politik di Jepang, termasuk mendirikan partai Heiwa 12, yang bertujuan untuk memperjuangkan kesejahteraan hewan.

Sebagai tokoh yang penuh dengan cerita hidup yang menarik, Ratna Sari Dewi Soekarno menunjukkan bahwa perjalanan hidup seseorang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Dari menjadi istri seorang presiden hingga mendirikan sebuah partai politik di Jepang, kehidupan Dewi Soekarno penuh dengan perubahan yang mencerminkan kekuatan dan keteguhan dalam menghadapi tantangan. Dengan segala pencapaian dan kisah hidup yang menarik, Dewi Soekarno tetap menjadi sosok yang menginspirasi banyak orang di berbagai belahan dunia.

Sumber : CNBC

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *